Tampilkan postingan dengan label ABC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

AMARYL

Fungsi Obat AMARYL
AMARYL 2 mg - Glimpiride 2 mg Obat untuk Penderita Diabetes Melitus tipe 2, khususnya di mana kadar gula tetap tinggi meski pun sudah melalui tahap pengaturan asupan karbohidrat.

Amaryl merupakan obat keras, konsultasikan dengan Dokter Anda sebelum menggunakan obat ini karena dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang sangat drastis secara tiba-tiba.

Penjelasan Obat:

Amaryl� adalah obat golongan sulfonylurea.

Dikonsumsi 1 x sehari untuk pengobatan diabetes tipe II. Menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang tubuh memproduksi insulin lebih banyak.

Diresepkan dokter sebagai tambahan jika gula dalam darah sulit dikendalikan dengan pola diet dan olahraga, dan diberikan pada pasien bukan penderita obesitas.

Orang dengan diabetes tipe 2 ( non - insulin dependent diabetes ) memiliki kekurangan hormon yang disebut insulin yang dihasilkan oleh pankreas dan insulin merupakan hormon utama dalam mengendalikan kadar gula dalam darah.

Hormon insulin yang di produksi penderita Diabetes tipe 2 sangat lambat memberi respons terhadap lonjakan gula darah akibat makanan.

Stress atau depresi juga menekan sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap tindakan insulin yang dihasilkan , yang berarti bahwa kadar gula darah bisa menjadi terlalu tinggi .

Amaryl bekerja merangsang sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin . Sel-sel ini disebut sel beta .

Amaryl memacu sel beta untuk memproduksi insulin lebih banyak dan insulin ini mengatasi kelebihan gula dalam darah, juga meningkatkan penyerapan gula dari darah ke otot dan sel-sel lemak dan menurunkan produksi gula oleh hati .

Semua tindakan ini membantu mengurangi jumlah gula dalam darah orang dengan diabetes tipe 2 .

Amaryl tablet biasanya dikonsumsi sekali sehari , tidak lama sebelum atau selama makan.

Pemberian dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan antidiabetes lain untuk memberikan kontrol konsentrasi gula darah yang lebih baik.


Berat : 0
Detail Produk:
Nama Obat: Amaryl 2 mg

Nama generik : Glimepiride 2 mg

Dosis : 1 - 2 - 3 - 4 mg

CIPROFLOXACIN

 Fungsi Obat CIPROFLOXACIN

Indikasi:
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada :
- Saluran kemih termasuk prostatitis.
- Uretritis dan serpisitis gonore.
- Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid.
- Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus.
- Kulit dan jaringan lunak.
- Tulang dan sendi.

Kontra Indikasi:
- Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya
- tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui,anak-anak pada masa pertumbuhan,karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tulang rawan.
- Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut
- Pada penderita epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya.


Komposisi :
Ciprofloxacin 250 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin 250 mg
Ciprofloxacin 500 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg.

Farmakologi :
Ciprofloxacin (1-cyclopropyl-6-fluoro-1,4-dihydro-4-oxo-7-(-1-piperazinyl-3-quinolone carboxylic acid) merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolone. mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA gyrase bakteri, bersifat bakterisida dengan spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.
ciprofloxacin diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitas absolut antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh. metabolismenya dihati dan diekskresi terutama melalui urine.

Dosis :
1.Untuk infeksi saluran kemih :
- Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari
- Berat : 2 x 500 mg sehari
- Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari
2.Untuk infeksi saluran cerna :
- Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari
3.Untuk infeksi saluran nafas, tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak :
- Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari
- Berat : 2 x 750 mg sehari
- Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari
- Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari.
- Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit.
Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang.

Peringatan dan perhatian :
- Untuk menghindari terjadinya kristaluria maka tablet siprofloksasin harus ditelan dengan cairan
- Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat keteranga pada dosis )
- Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
- Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Efek samping :
Efek samping siprofloksasin biasanya ringan dan jarang timbul antara lain:
- Gangguan saluran cerna : Mual,muntah,diare dan sakit perut
- Gangguan susunan saraf pusat : Sakit kepala,pusing,gelisah,insomnia dan euforia
- Reaksi hipersensitivitas : Pruritus dan urtikaria
- Peningkatan sementara nilai enzim hati,terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati.
- Bila terjadi efek samping konsultasi ke Dokter

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

AMOXSAN

Fungsi Obat AMOXAN

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Amoxsan adalah produk antibiotik golongan beta laktam aminobenzyl penicillin dari Sanbe Farma dengan kandungan amoxicillin trihydrate. Amoxicillin stabil dalam keadaan asam, diserap cepat melalui saluran pencernaan tanpa terpengaruh adanya makanan di lambung, dan mencapai dosis efektif dalam  1jam. Kemampuan bakterisida amoxicillin efektif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Amoxsan tersedia dalam sediaan tablet,kapsul, sirup, tetes, dan injeksi.
Indikasi:
  • Infeksi saluran pernapasan atas, misalnya tonsilitis, sinusitis, laringitis, dan faringitis;
  • Infeksi saluran pernapasan bawah, misalnya bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia;
  • Infeksi telinga tengah (otitis media);
  • Infeksi saluran kemih, seperti pielonefritis, sistitis, dan uretritis;
  • Infeksi kulit, seperti luka terbuka, selulitis, bisul, dan pioderma;
  • Infeksi lambung oleh bakteri Helicobater pylori (sebagai kombinasi dengan antibiotik lainnya).

Kontraindikasi:
  • Pasien alergi terhadap obat golongan penisilin yang telah diketahui, termasuk bayi yang lahir dari ibu yang alergi terhadap penisilin;
  • Penggunaan obat bersama-sama dengan vaksin bakteri hidup membuat vaksin tidak efektif karena kandungan bakteri hidup yang ada dalam vaksin akan dimusnahkan oleh obat sehingga kekebalan tubuh yang diinginkan tidak terbentuk.

EFEK SAMPING

  • Reaksi alergi yang ditandai dengan gejala nyeri kepala, kulit kemerahan, bengkak, dan gatal. Reaksi alergi yang berat dapat menimbulkan syok (penurunan tekanan darah cepat dalam waktu singkat);
  • Gangguan saluran pencernaan, yaitu mual, muntah, dan diare;
  • Penggunaan amoxicillin jangka panjang, seperti antibiotik pada umumnya, dapat mengakibatkan superinfeksi oleh jamur dan bakteri yang resisten terhadap amoxicillin.

DOSIS

Dosis obat dapat bervariasi tergantung dari penyakit yang diderita. Pada infeksi ringan sampai sedang, untuk orang dewasa dapat digunakan sediaan kapsul 250mg sampai 500mg tiga kali sehari. Untuk infeksi yang lebih berat seperti pneumonia atau otitis media dapat diberikan dosis yang lebih tinggi sesuai anjuran dokter. Untuk anak-anak dengan berat badan diatas 8kg, direkomendasikan sediaan sirup karena tersedia dengan dosis yang lebih kecil. Untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan atau berat badan dibawah 8kg digunakan sediaan tetes. Perlu diperhatikan bahwa dosis obat anak diberikan berdasarkan berat badan anak dan diperlukan konsultasi dengan dokter

ANTASIDA DOEN

Fungsi Obat ANTASIDA DOEN

KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung : alumunium hydroxide 200 mg; magnesium hydroxide 200 mg
INDIKASI :
Obat sakit maag untuk mengurangi nyeri lambung yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung dengan gejala seperti mual, perih, kembung



DOSIS :
1-2 tablet antara waktu makan dan waktu tidur malam, atau pada saat penyakit kambuh
Harus dengan resep dokter

AMBROXOL

Ambroxol 30 mg
 Fungsi Obat Ambroxol

Indikasi:
Penyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis, bronkitis asmatik, asma bronkial.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap ambroksol.

Komposisi:
Tiap tablet mengandung ambroksol hidroklorida 30 mg.

Dosis:
Dewasa: sehari 3 kali 1 tablet.
Anak-anak 5 - 12 tahun : sehari 3 kali 1/2 tablet.
Anak-anak 2 - 5 tahun : sehari 3 kali 7,5 mg
Anak-anak di bawah 2 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg

Dosis dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari, untuk pengobatan yang lama.

Harus diminum sesudah makan.

Efek Samping:
Ambroksol umumnya ditoleransi dengan baik.
Efek samping yang ringan pada saluran pencernaan dilaporkan pada beberapa pasien. Reaksi alergi.

Interaksi Obat:
Kombinasi ambroksol dengan obat-obatan lain dimungkinkan, terutama yang berhubungan dengan sediaan yang digunakan sebagai obat standar untuk sindroma bronkitis (glikosida jantung, kortikosterida, bronkapasmolitik, diuretik dan antibiotik).

Perhatian:
Pemakaian pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan.
Pemakaian selama menyusui keamanannya belum diketahui dengan pasti.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah suku 30 derajat Celcius) dan tempat kering, terlindung dari cahaya

AMOXICILIN

Fungsi Obat Amoxilin

Indikasi:
Amoksisilina efektif terhadap penyakit:
Infeksi saluran pernafasan kronik dan akut: pneumonia, faringitis (tidak untuk faringitis gonore), bronkitis, langritis.
Infeksi sluran cerna: disentri basiler.
Infeksi saluran kemih: gonore tidak terkomplikasi, uretritis, sistitis, pielonefritis.
Infeksi lain: septikemia, endokarditis.

Kontra Indikasi:
Pasien dengan reaksi alergi terhadap penisilina.

Komposisi:
Tiap sendok teh (5 ml) suspensi mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 125 mg.
Tiap kapsul mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 250 mg.
Tiap kaptab mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 500 mg.

Cara Kerja Obat:
Amoksisilina merupakan senyawa penisilina semi sintetik dengan aktivitas anti bakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. Aktivitasnya mirip dengan ampisilina, efektif terhadap sebagian bakteri gram-positif dan beberapa gram-negatif yang patogen.
Bakteri patogen yang sensitif terhadap amoksisilina adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H. influenzae, E. coli dan P. mirabilis.
Amoksisilina kurang efektif terhadap spesias Shigella dan bakteri penghasil beta-laktamase.

Posologi:
Dosis amoksisilina disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi.
Anak dengan berat badan kurang dari 20 kg: 20 - 40 mm/kg berat badan sehari, terbagi dalam 3 dosis.
Dewasa atau anak dengan berat badan lebih dari 20 kg: 250 - 500 mg sehari, sebelum makan.
Gonore yang tidak terkompilasi: amoksisilina 3 gram dengan probenesid 1 gram sebagai dosis tunggal.

Efek Samping:
Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urtikaria, ruam kulit, pruritus, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.

Interaksi Obat:
Probenesid memperlambat ekskresi amoksisilina.

Cara Penyimpanan:
Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering.

Peringatan dan Perhatian:
Pasien yang alergi terhadap sefalosporin mengakibatkan terjadinya "cross allergenicity" (alergi silang).
Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama dapat menimbulkan superinfeksi (biasanya disebabkan: Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida), terutama pada saluran gastrointestinal.
Hati-hati pemberia pada wanita hamil dan menyusui dapat menyebabkan sensitivitas pada bayi.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Rabu, 03 Desember 2014

AMIODARON

Fungsi Obat AMIODARON

Indikasi:
Gangguan ritme atrrium, nodus dan ventrikel. Gangguan ritme yang berkaitan dengan sindroma Wolf Parkinson-White.

Kontra Indikasi:
Sinus bradikardia, blo[,SA (sino-atrial) , blok AV (atrioventrikuler) , Sick"sinus Syndrome , gangguan fungsi tiroid, wanita hamil dan menyusui.

Perhatian
Monitor tekanan darah, fungsi tfuoid, fungsi hati secara teratur. Hati-hati pada tekanan darah tinggi, insufisiensi pemafasan berat , kardiomiopati dan payah jantung.


Deskripsi:
Merupakan obat antiaritmia dari klas III, yang mekanisme kedanya memanjangkan repolarisasi. Amiodaron diabsorbsi secara lambat dan tidak sempurna pada pemberian oral, kadar puncak tercapai setelah 5-6 jam. Amiodaron terikat pada jaringan dan dimetabolisme secara lambat dihati. Waktu paruhnya panjang, yaitu 25-60 hari.Karena memerlukan beberapa bulan untuk mencapai efek penuh, diperlukan dosis awal
(loading dose) selama 8-10 hari dan dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan. Pengobatan dinilai setelah 2-8 rninggu; dan diteruskan bila aritrnia ventrikel tidak dapat dilbangkitkan lagi.

Dosis
Karena memerlukan waktu untuk mencapai efek penuh, diperlukan dosis awal (loading dose)
Tablet: 600mg/hari selama 8-10 hari
Infus: 5mg/kgBB dengan infus kira2 20 menit-2 jam
dapat diulang}-3xlhai
Dosis pemeliharaan:
Tablet: 100-400mg/hari
Infus: 10-20mg&gBBl24jam

Monitor tekanan darah, fungsi tfuoid, fungsi hati secara teratur. Hati-hati pada tekanan darah tinggi, insufisiensi pemafasan berat , kardiomiopati dan payah jantung.

Efek samping
Mikrodeposit pada kornea, fotosensitisasi & pigmentasi. Hiper atau hipotiroidi, gangguan saluran cerna , sakit kepala.

Interaksi Obat
Amiodaron meningkatkan kadar dan efek digoksin, warfarin/antikoagulan, kuinidin, prokainamid, fenitoin, enkainid, flekainid dan diltiazem.
Meningkatkan kecenderungan bradikardia, henti sinus dan penghambatan AV bila diberikan bersama-sama obat penyekat beta atau penghambat kanal Ca. Laksatif, kortikosteroid sistemik.

Karena eliminasinya lambat, gejala interaksi, dapat bertahan selama beberapa minggu setelah obat dihentikan

Nama 0bat dan Produsen Amiodaron:
CORDARON (Sanofi Synthelabo) , KENDARONE (Darya Varia) , TIARYT (Fahrenheit)