Tampilkan postingan dengan label MNO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MNO. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

METRONIDAZOL

Fungsi Obat METRONIDAZOL

Metronidazol adalah salah satu obat antibiotika yang banyak diresepkan di Indonesia. Metronidazol adalah antibiotik yang cukup baik untk bakteri anaerob, yakni bakteri yang dapat hidup tanpa membutuhkan oksigen. Bakteri jenis ini biasanya hidup di dalam luka tertutup atau di dalam organ tubuh, misal pada luka kaki penderita kencing manis (diabetes) yang biasanya sudah terdapat nanah, pada infeksi perut bagian dalam, dan sebagainya.
Metronidazol juga baik untuk sejumlah parasit dan bakteri penyebab penyakit kelamin. Selengkapnya, metronidazol digunakan untuk penyakit berikut:
  1. Infeksi yang diduga disebabkan oleh bakteri anaerob;
  2. Infeksi menular seksual;
  3. Infeksi bakterial vaginosis (penyakit infeksi tidak spesifik pada vagina);
  4. Infeksi parasit trichomonas (misal pada diare atau keputihan akibat trichomonas);
  5. Infeksi kuman amoeba (misal pada diare akibat amoeba).

Metronidazol tidak boleh diberikan pada pasien yang pernah mengalami alergi terhadap antibiotik ini. Metronidazol juga tidak boleh diberikan untuk wanita hamil trimester pertama (hamil usia 0-3 bulan) dan saat menyusui.

EFEK SAMPING

Sejumlah efek samping yang pernah ditemukan dan persentase kemunculannya adalah sebagai berikut:
  1. Nafsu makan turun (10%);
  2. Muncul infeksi jamur (10%);
  3. Diare (10%);
  4. Pusing (10%);
  5. Mual dan muntah (10%);
  6. Air kencing berwarna gelap (1-10%);
  7. Alergi (1-10%);
  8. Kejang (1-10%).

DOSIS

Metronidazol tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan botol infusan. Metronidazol tablet tersedia dalam ukuran 250 mg dan 500 mg. Untuk kapsul, metronidazol tersedia dalam ukuran 375 mg. Sedangkan dalam kemasan botol infusan, metronidazol tersedia dalam ukuran 500 mg/100ml. Metronidazol dapat ditemukan sebagai obat paten maupun generik.
Dosis metronidazol sebagai terapi infeksi anaerob (misal pada luka diabetes atau infeksi orga dalam tubuh) ialah 7,5 mg/kg berat badan sebanyak 3-4 kali sehari selama 7-10 hari. Secara praktis, metronidazol biasa diresepkan berupa tablet 500mg, diminum tiga kali sehari selama 7 hari. Pada pasien yang dirawat di rumah sakit, metronidazol diberikan lewat infusan dengan dosis 15 mg/kg berat badan. Dosis maksimal ialah 4 gram per hari. Untuk infeksi kelamin dan diare akibat trichomonas, metronidazol diberikan 500 mg, dua kali sehari selama 7 hari. Sedangkan untuk diare akibat amoeba, metronidazol diberikan sebanyak 750 mg, 2-3 kali sehari selama 5-10 hari.
Untuk anak-anak, dosis Metronidazol tergantung berat badan. Dosisnya ialah 15 mg/kg berat badan/hari tiga kali sehari. Untuk bayi umur kurang dari 7 hari, dosisnya ialah 7,5 mg/kg berat badan/hari.

MOXIGRA

Fungsi Obat Moxigra 500

KOMPOSISI :

Tiap Moxigra 500 mg Kaplet mengandung : Amoksisilin trihidrat setara dengan 500 mg Amoksisilin anhidrat.

INDIKASI :

Infeksi yang disebabkan oleh strain-strain bakteri yang peka: - Infeksi kulit dan jaringan lunak: Stafilokokus bukan penghasil penisilinase, Streptokokus E. coli. - Infeksi saluran pernafasan: H. Influenzae, Streptokokus, Strep, pneumoniae, Stafilokokus bukan penghasil penisilinae, E. coli. - Infeksi saluran genitourinari: E. coli, p.mirabilis dan strep, faecalis. - Gonore: N. gonorrhoae (bukan penghasil penisilinae)

Kontra Indikasi :

Penderita hipersensitif atau mempunyai riwayat hipersensitif terhadap antibiotik beta laktam (penisilin, sefalosporin).

Efek Samping :

- Reaksi kepekaan seperti erythematous maculopapular rashes, urtikaria, serum sickness. - Reaksi kepekaan yang serius dan fatal adalah anaphylasis terutama terjadi pada penderita yang hipersensitif terhadap penisilin. - Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare. - Reaksi-reaksi hematological (biasanya bersifat reversibel).

Peringatan :

- Hati-hati pada pemberian obat ini pada penderita leukemia limphatik karena kepekaan terhadap rash kulit yang disebabkan ampisilin. - Dapat menyebabkan terjadinya colitis yang berat. - Sebelum pengobatan dengan amoksisilin harus dilakukan pemeriksaan reaksi kepekaan terhadap penisilin. - Amoksisilin harus digunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan menyusui. - Pengobatan dengan Amoksisilin dalam jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah. - Dapat menimbulkan super infeksi (biasanya penyebab Entero bacterium, Pseudomonas, S. aureus, Candida). Bila terjadi hal tersebut, hentikan pengobatan dan diberikan alternatif lain. - Untuk penderita dengan gagal fungsi ginjal, monitor tingkat plasma dan urine harus dilakukan. Dilakukan penyesuaian dosis. - Jangan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang sendi karena amoksisilin oral tidak menembus ke dalam cairan serebrospinal atau sinorial.

Aturan Pakai :

- Dewasa dan anak-anak dengan berat badan > 20 kg : 250-500 mg tiap 8jam. - Anak-anak dengan berat badan < 20 kg : 20-40 mg /kg berat badan sehari dalam dosis bagi tiap 8 jam. - Untuk penderita dengan gangguan ginjal, perlu dilakukan pengurangan dosis. Pada penderita yang menerima dianalisa peritoneal, dosis maksimum yang dianjurkan 500 mg/hari.

Cara Penyimpanan :

SIMPAN DI TEMPAT YANG SEJUK (15�-25�C) DAN KERING